BLANTERTOKOSIDEv102

Analisis Pekerjaan Desa Argosari Pertanian Jadi Tulang Punggung Utama

Analisis Pekerjaan Argosari 2023: Pertanian Jadi Tulang Punggung Utama | Koran Senduro Online

Koran Senduro Online

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | EKONOMI & MATA PENCAHARIAN

Analisis Mata Pencaharian Desa Argosari: Pertanian Dominan, Tantangan Sektor Non-Primer

Sebagai desa yang terletak di dataran tinggi dan memiliki tanah yang subur, sektor pertanian mendominasi kehidupan ekonomi di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang. Data tahun 2023 memberikan gambaran rinci mengenai kelompok pekerjaan penduduk, sekaligus menyoroti peluang dan tantangan pembangunan ekonomi desa.

Fakta Kunci Pekerjaan Argosari (2023)

  • Pekerjaan Utama: Petani (2.269 jiwa)
  • Persentase Pertanian: Sekitar 66% dari total populasi dewasa.
  • Penduduk Belum Bekerja: 649 jiwa
  • Pelajar/Mahasiswa: 328 jiwa

1. Dominasi Mutlak Sektor Pertanian

Mata pencaharian utama penduduk Desa Argosari adalah di sektor pertanian. Jumlah warga yang bekerja di sektor ini mencapai 2.269 jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga penduduk dewasa desa ini bergantung pada hasil bumi, seperti sayur-mayur dan hasil perkebunan lainnya yang tumbuh subur di wilayah Tengger.

Ketergantungan yang tinggi pada pertanian ini menegaskan identitas Argosari sebagai desa agraris, namun sekaligus menimbulkan kerentanan terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas pertanian.

2. Profil Sektor Non-Pertanian dan Jasa

Sektor di luar pertanian menunjukkan jumlah yang sangat kecil, mengindikasikan bahwa diversifikasi ekonomi desa masih perlu didorong. Rincian profesi non-pertanian adalah:

Kelompok Pekerjaan Jumlah Jiwa
Pertanian2.269
Wiraswasta70
Lainnya94
Pejabat Negara5
Tenaga Pengajar2
Tenaga Kesehatan1
Pensiunan1

Jumlah wiraswasta yang relatif kecil (70 jiwa) menunjukkan potensi besar untuk mengembangkan sektor UMKM dan pariwisata. Mengingat Argosari memiliki Puncak B29, pengembangan sektor jasa dan perdagangan lokal dapat menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian.

3. Tantangan Ketenagakerjaan dan Pendidikan

Terdapat sejumlah besar penduduk yang masuk kategori belum atau tidak bekerja, yaitu 649 jiwa. Angka ini dapat mencakup ibu rumah tangga penuh, penduduk usia produktif yang mencari pekerjaan, atau mereka yang secara sukarela tidak bekerja.

Disisi lain, jumlah pelajar dan mahasiswa mencapai 328 jiwa. Kelompok ini merupakan aset masa depan desa yang berpotensi membawa perubahan. Penting bagi pemerintah desa untuk menciptakan lapangan pekerjaan non-pertanian agar lulusan muda ini tidak harus merantau setelah menyelesaikan pendidikan mereka.

Ketersediaan tenaga pengajar (2 jiwa) dan tenaga kesehatan (1 jiwa) yang minim juga menjadi catatan penting, menandakan perlunya investasi lebih lanjut dalam sektor pelayanan publik dasar.

Kesimpulan

Analisis data pekerjaan Argosari menegaskan bahwa sektor pertanian adalah penopang kehidupan. Namun, dengan jumlah pengangguran dan pelajar yang signifikan, Desa Argosari memiliki peluang besar untuk melakukan diversifikasi ekonomi melalui penguatan UMKM, pariwisata, dan peningkatan kualitas layanan publik.