BLANTERTOKOSIDEv102

Desa Argosari Negeri di Atas Awan Lumajang

Desa Argosari Negeri di Atas Awan Lumajang | Koran Senduro Online

Koran Senduro Online

SABTU, 13 DESEMBER 2025 | PARIWISATA & SOSIAL BUDAYA

Argosari 'Negeri di Atas Awan' Desa dengan Sejarah Majapahit dan Potensi Agraris

Desa Argosari di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, adalah permata tersembunyi yang dijuluki "Negeri di Atas Awan". Terletak di dataran tinggi pada ketinggian sekitar 2.000 mdpl hingga 2.900 mdpl, Argosari menawarkan pemandangan alam yang memukau.

Desa ini memiliki luas wilayah 52,80 km persegi (5.280 Hektar), dihuni sekitar 4.780 jiwa, dan terbagi menjadi 4 dusun: Krajan, Bakalan, Gedok, dan Pusung Duwur.

Keterangan Data
Jarak ke Ibu Kota Kecamatan17 km
Jarak ke Ibu Kota Kabupaten35 km
Jarak ke Ibu Kota Provinsi± 167 km
Jarak ke Ibu Kota Negara± 1100 km
Suhu Udara Rata-rata5-10 derajat Celcius

Batas Wilayah Desa Argosari

Berdasarkan letak geografisnya, batas wilayah Desa Argosari adalah sebagai berikut:

  • Utara: Wilayah Desa Ledokombo (Kec. Sumber, Kab. Probolinggo)
  • Selatan: Wilayah Desa Ranupani (Kec. Senduro)
  • Timur: Wilayah Desa Kandangtepus (Kec. Senduro)
  • Barat: Wilayah Desa Ngadisari (Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo)

Tips Kunjungan Puncak B29

  • Datang saat dini hari untuk menikmati sunrise.
  • Bawa jaket tebal, karena suhu bisa mencapai 5–10 derajat Celcius.
  • Pastikan kendaraan dalam kondisi prima (medan menanjak dan berliku).
  • Gunakan jasa lokal guide atau ojek jika tidak terbiasa dengan medan.

1. Puncak B29

Daya tarik utama Desa Argosari adalah Puncak B29 yang memiliki ketinggian 2.900 mdpl. Puncak B29 disebut sebagai objek wisata pemandangan Gunung Bromo yang paling tinggi di Jawa Timur. Nama ini berasal dari patok peninggalan Belanda "P29", yang oleh warga setempat disebut "Puncak Songolikur".

Saat fajar menyingsing, pengunjung disuguhkan momen matahari terbit terbaik di Lumajang. Dari sini, pengunjung serasa berdiri di atas awan, dengan lautan kabut menyelimuti kawasan pegunungan. Keindahan ini menjadikannya spot sempurna untuk melihat panorama Gunung Bromo dari sisi berbeda.

2. Akar Budaya Suku Tengger Sejak Majapahit

Masyarakat yang tinggal di desa ini adalah bagian dari Suku Tengger. Komunitas ini mayoritas beragama Hindu yang masih kental dengan adat dan budaya. Sejarah Suku Tengger memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Majapahit, dibuktikan melalui Serat Kandha dan Prasasti Walandit, menunjukkan eksistensi mereka sejak masa pemerintahan Raden Wijaya.

Masyarakat Tengger menjunjung tinggi nilai kepercayaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Hingga kini, upacara adat seperti Kasada, Karo, dan Unan-unan tetap dilestarikan sebagai penghormatan kepada leluhur dan simbol interaksi harmonis mereka dengan alam.

3. Potensi Agraris dan Penggunaan Lahan

Secara umum, kondisi geografis Desa Argosari adalah dataran tinggi dengan jenis tanah Andosol yang subur. Penduduk mayoritas bermata pencaharian sebagai petani atau pekebun. Mereka menanam sayur-sayuran yakni Kubis, Kentang, Brokoli, dan Wortel.

Penggunaan Lahan Luas (Ha) % Terhadap Luas Desa
Pemukiman80,34,42 %
Perkantoran Pemerintah7,254,55 %
Persawahan25,61,56 %
Pekarangan40,22,22 %
Perkebunan70,85,61 %
Sekolahan7,71,40 %
Lapangan1,000,18 %
Kuburan2,000,36 %
Lain-lain1,001,00 %
Jumlah274,456100 %

Sumber: Profil Desa Argosari dalam catatan Pergulatan Perempuan dalam titik 5 Drajat Celsius

Penutup

Desa Argosari merupakan contoh baik perpaduan antara kekayaan budaya yang dijaga Suku Tengger dan potensi alam luar biasa yang mendukung sektor agraris dan pariwisata Lumajang.