Koran Senduro Online
Menelusuri Jejak Majapahit di Kandangtepus: Kisah Harimau dan Kandang Rapuh yang Jadi Nama Desa
Desa Kandangtepus, yang kini menjadi salah satu desa penting di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, ternyata memiliki latar belakang sejarah yang jauh melampaui era modern. Desa ini digolongkan sebagai desa tua yang sudah eksis sejak masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Kandangtepus, Bagian dari Wilayah Majapahit
Menurut catatan sejarah, Desa Kandangtepus merupakan bagian dari wilayah Majapahit yang sangat luas, termasuk area di Kecamatan Senduro, Lumajang. Keberadaan Majapahit di Lumajang dibuktikan dengan adanya beberapa peninggalan berupa bangunan fisik dan dikenalnya sejumlah nama pembesar kerajaan yang pernah singgah di wilayah ini.
Tokoh-tokoh penting Majapahit yang disebutkan pernah berada di Lumajang antara lain adalah Menak Koncar, Nararia Kirana, Nambi, dan Demang Sinduro, di samping tokoh-tokoh besar lainnya. Bukti sejarah ini menempatkan Kandangtepus sebagai wilayah yang strategis dan sudah berpenghuni sejak zaman kerajaan kuno.
- Eksis sejak: Pemerintahan Kerajaan Majapahit.
- Wilayah: Termasuk wilayah Majapahit yang luas.
- Tokoh Terkait: Menak Koncar, Nararia Kirana, Nambi, Demang Sinduro.
Asal Usul Nama: Kisah Harimau dan Kayu Tepus
Nama Desa Kandangtepus sendiri diyakini berasal dari sebuah cerita rakyat yang diwariskan secara lisan dari orang-orang tua. Kisah ini melibatkan harimau pemangsa dan sebuah kandang jebakan.
Dahulu kala, harimau sering memangsa hewan peliharaan masyarakat, terutama kambing. Karena tidak ada yang mampu menangkap harimau tersebut, warga memutuskan untuk membuat jebakan.
Harimau tersebut akhirnya dijebak menggunakan kandang yang terbuat dari Kayu Tepus. Meskipun disebut kayu, tanaman Tepus ini sebenarnya sejenis tanaman yang amat rapuh dan tidak keras. Namun, secara ajaib, harimau tersebut tidak dapat keluar dari kandang yang rapuh itu hingga akhirnya meninggal dunia di dalamnya. Dari kisah Harimau yang terjebak di Kandang Tepus inilah nama Desa Kandangtepus diambil dan dikenal hingga saat ini.
Cerita rakyat ini bukan hanya menjelaskan asal-usul nama, tetapi juga mencerminkan upaya kolektif masyarakat zaman dahulu dalam mengatasi tantangan alam dan bahaya, yang kemudian diabadikan dalam penamaan wilayah mereka.
Kesimpulan Redaksi
Kandangtepus adalah perpaduan unik antara warisan sejarah Majapahit dan kekayaan folklor lokal. Desa ini menyimpan kisah masa lalu yang menarik, di mana nama tempat berakar pada perjuangan dan kecerdikan masyarakat dalam menghadapi alam.
