Koran Senduro Online
Memetakan Struktur Sosial Desa Burno 2023: Dominasi Sektor Pertanian dan Tingginya Angka Belum Kawin
Desa Burno di Kecamatan Senduro memiliki karakteristik sosial dan ekonomi yang menarik, tercermin dari komposisi status perkawinan dan kelompok pekerjaan penduduknya pada tahun 2023. Data ini memberikan gambaran tentang potensi sumber daya manusia (SDM) dan sektor ekonomi penggerak desa.
1. Status Perkawinan: Populasi Usia Muda Dominan
Dari total penduduk, data status perkawinan menunjukkan bahwa Desa Burno memiliki populasi usia muda/produktif yang signifikan, yang belum memasuki jenjang pernikahan. Data rinciannya adalah:
- Belum Kawin: 2.845 jiwa
- Kawin: 1.861 jiwa
- Cerai Mati: 253 jiwa
- Cerai Hidup: 100 jiwa
Dengan 2.845 jiwa berstatus belum kawin, angka ini menjadi indikasi kuat bahwa desa ini memiliki potensi besar SDM muda yang siap diintegrasikan ke dalam sektor ekonomi desa, baik melalui jalur pendidikan lanjutan maupun pelatihan kerja.
2. Profil Pekerjaan: Pertanian sebagai Tulang Punggung
Analisis kelompok pekerjaan di Desa Burno dengan jelas menempatkan sektor primer, yaitu Pertanian/Peternakan, sebagai tulang punggung ekonomi desa. Kelompok ini menyerap tenaga kerja terbanyak mencapai 1.749 jiwa.
Sektor swasta dan informal juga memiliki peran besar, dibuktikan dengan 1.127 jiwa yang berprofesi sebagai wiraswasta. Selain itu, jumlah penduduk yang Belum/Tidak Bekerja mencapai 865 jiwa. Angka ini perlu menjadi perhatian pemerintah desa untuk menciptakan peluang kerja atau pelatihan keahlian.
Berikut perincian lengkap sebaran kelompok pekerjaan di Desa Burno:
Sebaran Kelompok Pekerjaan Penduduk Desa Burno (2023)
Mayoritas penduduk bekerja di sektor Pertanian/Peternakan.
Sementara itu, kelompok profesional dan layanan publik menempati porsi kecil, seperti Pejabat Negara (22 jiwa), Tenaga Pengajar (6 jiwa), Tenaga Kesehatan (1 jiwa), dan Pensiunan (2 jiwa). Kelompok Pelajar/Mahasiswa mencapai 831 jiwa, mengindikasikan bahwa generasi muda Burno masih aktif menempuh pendidikan formal.
3. Implikasi Sosial dan Ekonomi
Dominasi sektor pertanian/peternakan (1.749 jiwa) menunjukkan Burno adalah desa agraris. Fokus pembangunan ekonomi sebaiknya diarahkan pada penguatan rantai nilai hasil pertanian, peningkatan produktivitas, dan diversifikasi produk olahan.
Tingginya jumlah status belum kawin dan pelajar/mahasiswa (total 3.676 jiwa) memerlukan kebijakan yang fokus pada pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal dan peningkatan akses ke pendidikan tinggi, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada sektor pertanian tradisional di masa depan.
Kesimpulan Redaksi
Desa Burno memiliki basis sosial yang didukung kuat oleh sektor pertanian. Potensi SDM muda harus diolah melalui program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar, agar dapat menyeimbangkan dominasi sektor primer dengan sektor non-agraris yang lebih modern.
