BLANTERTOKOSIDEv102

Mengungkap Kekuatan Ekonomi Desa Burno 2023: 1.749 Jiwa Andalkan Sektor Pertanian

Mengungkap Kekuatan Ekonomi Desa Burno 2023: 1.749 Jiwa Andalkan Sektor Pertanian | Koran Senduro Online

Koran Senduro Online

SABTU, 13 DESEMBER 2025 | ANALISIS SOSIAL & EKONOMI

Mengungkap Kekuatan Ekonomi Desa Burno 2023: 1.749 Jiwa Andalkan Sektor Pertanian

Desa Burno di Kecamatan Senduro menegaskan statusnya sebagai lumbung pangan dan pusat agraris utama. Analisis data kependudukan tahun 2023 menunjukkan struktur ekonomi desa yang sangat bergantung pada sektor primer, dengan tantangan besar dalam menyerap tenaga kerja muda ke sektor non-tradisional.

1. Profil Pekerjaan: Mayoritas di Ladang dan Ternak

Analisis kelompok pekerjaan di Desa Burno dengan tegas menempatkan sektor Pertanian/Peternakan sebagai tulang punggung ekonomi. Kelompok ini menyerap tenaga kerja terbanyak, mencapai 1.749 jiwa. Angka ini mengindikasikan bahwa sebagian besar mata pencaharian dan perputaran ekonomi rumah tangga di Burno masih berasal dari hasil bumi.

Distribusi Pekerjaan Utama Burno (2023)
  • Pertanian/Peternakan: 1.749 jiwa
  • Wiraswasta: 1.127 jiwa
  • Belum/Tidak Bekerja: 865 jiwa
  • Pelajar/Mahasiswa: 831 jiwa

Di luar sektor pertanian, sektor non-formal juga memainkan peran penting. Meskipun Wiraswasta menyumbang lebih dari seribu jiwa, kesenjangan antara jumlah penduduk yang aktif di pertanian (1.749) dan jumlah penduduk yang menempati posisi formal (Pejabat Negara 22, Tenaga Pengajar 6, Tenaga Kesehatan 1, Pensiunan 2) sangat mencolok.

2. Kesenjangan Pendidikan dan Dampak Ekonomi

Data tingkat pendidikan menunjukkan adanya tantangan besar dalam upaya diversifikasi ekonomi Burno. Kelompok Tamat SD/sederajat mencapai 2.460 jiwa, menjadi kelompok pendidikan terbesar. Sementara itu, total penduduk dengan latar belakang pendidikan D1 hingga Strata II (S2) hanya mencapai 70 jiwa.

Sebaran Tingkat Pendidikan Penduduk Burno (Mayoritas SD)

Data menunjukkan fokus SDM masih berada di tingkat pendidikan dasar.

Tingginya dominasi lulusan SD di pasar tenaga kerja berkolerasi dengan tingginya ketergantungan pada sektor pertanian yang seringkali kurang membutuhkan kualifikasi pendidikan formal tinggi. Kondisi ini menjadi PR bagi pemerintah desa untuk meningkatkan pelatihan keterampilan kejuruan agar tenaga kerja Burno mampu bersaing di sektor manufaktur atau jasa yang lebih modern.

3. Potensi SDM Muda dan Pasar Kerja

Meskipun tantangan pendidikan formal terlihat, Desa Burno memiliki aset sumber daya manusia muda yang besar. Total penduduk berstatus Belum Kawin mencapai 2.845 jiwa. Jika dipadukan dengan jumlah Pelajar/Mahasiswa (831 jiwa), desa ini memiliki potensi lebih dari 3.600 jiwa yang berada di usia produktif awal.

Mengubah potensi ini menjadi kekuatan ekonomi memerlukan kebijakan yang strategis: (1) Fokus pada penguatan rantai pasok hasil pertanian Burno, misalnya melalui pengolahan pascapanen, dan (2) Memanfaatkan tingginya jumlah wiraswasta (1.127 jiwa) sebagai basis untuk inkubasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tidak bergantung sepenuhnya pada fluktuasi harga komoditas pertanian.

Kesimpulan Redaksi

Kekuatan ekonomi Desa Burno pada tahun 2023 tidak diragukan lagi terletak pada pundak 1.749 jiwa yang mengandalkan sektor pertanian. Investasi pada peningkatan jenjang pendidikan dan diversifikasi peluang kerja non-agraris bagi generasi muda harus menjadi prioritas utama. Dengan populasi muda yang besar, Burno memiliki modal untuk bertransisi dari desa agraris tradisional menuju basis ekonomi yang lebih kokoh dan beragam.