Koran Senduro Online
Mendorong Kemandirian Ekonomi: Analisis Dominasi Wiraswasta dan Potensi Pertanian di Desa Senduro
SENDURO – Data terbaru mengenai klasifikasi pekerjaan di Desa Senduro dan produksi hortikultura di Kecamatan Senduro memberikan gambaran jelas mengenai peta sosial ekonomi wilayah ini. Hasilnya menyoroti kemandirian warga melalui sektor non-formal dan potensi besar di sektor pertanian.
1. Struktur Pekerjaan Desa Senduro 2023: Kekuatan Wiraswasta
Desa Senduro menunjukkan karakteristik ekonomi yang sangat mandiri, ditandai dengan dominasi klasifikasi Wiraswasta yang mencapai 3.022 jiwa. Jumlah ini melampaui seluruh sektor pekerjaan formal dan non-formal lainnya secara signifikan. Kondisi ini mengindikasikan adanya ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat kuat, mulai dari perdagangan, jasa, hingga pengolahan hasil bumi.
Meskipun Wiraswasta dominan, jumlah penduduk yang Belum Bekerja masih tinggi, yaitu 1.083 jiwa. Ini menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pelatihan keterampilan dan perluasan lapangan kerja formal/kemitraan UMKM.
Di sektor publik, Aparatur/Pejabat negara berjumlah 131 jiwa, sementara tenaga pengajar dan tenaga kesehatan masing-masing berjumlah 47 jiwa dan 22 jiwa. Proporsi yang relatif kecil ini menunjukkan pentingnya efisiensi dalam pelayanan publik. Sementara itu, sektor Pertanian/Peternakan menyumbang 373 jiwa, angka yang cukup rendah mengingat potensi alam di Senduro.
| Klasifikasi Pekerjaan | Jumlah Jiwa |
|---|---|
| Wiraswasta | 3.022 |
| Pelajar/Mahasiswa | 1.424 |
| Belum Bekerja | 1.083 |
| Lainnya | 796 |
| Pertanian/Peternakan | 373 |
2. Tren Produksi Buah-Buahan dan Sayuran di Kecamatan Senduro (2020–2023)
Kecamatan Senduro memiliki peran vital dalam produksi hortikultura Lumajang. Data produksi menunjukkan stabilitas dan fluktuasi yang menarik dalam kurun waktu 2020–2023.
A. Buah-Buahan (Kuintal)
Komoditas Pisang menjadi yang paling konsisten dan masif, bertahan di angka sekitar 273.212—273.217 kuintal per tahun. Sementara itu, komoditas unggulan lain seperti Durian mengalami dinamika ekstrem, dari 1.391 kuintal (2020) turun ke 237 kuintal (2022), namun melonjak tajam menjadi 2.032 kuintal pada tahun 2023. Komoditas Jambu Biji menunjukkan penurunan signifikan dari 2.116 kuintal pada 2021 menjadi hanya 239 kuintal pada 2023.
| Jenis Buah | 2020 (kuintal) | 2023 (kuintal) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Pisang | 273.209 | 273.217 | Paling Stabil |
| Durian | 1.391 | 2.032 | Lonjakan Produksi |
| Jambu Biji | 1.395 | 239 | Penurunan Drastis |
B. Sayuran (Kuintal)
Di sektor sayuran, Bawang Daun memimpin produksi (157.825 kuintal di 2023), diikuti oleh Kubis (108.415 kuintal) dan Kentang (97.062 kuintal). Produksi sayuran utama seperti Kubis dan Kentang menunjukkan tren naik turun yang stabil, mengindikasikan bahwa ini adalah komoditas musiman yang dikelola dengan baik. Namun, produksi Cabai Besar menunjukkan penurunan tajam dari 350 kuintal (2021) menjadi hanya 30 kuintal pada 2023, menandakan adanya pergeseran fokus atau tantangan budidaya.
| Jenis Sayuran | 2020 (kuintal) | 2023 (kuintal) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Bawang Daun | 159.787 | 157.825 | Produksi Tertinggi |
| Kentang | 93.431 | 97.062 | Stabil Tinggi |
| Cabai Besar | — | 30 | Penurunan Tajam |
Laporan Analisis Mendalam
Penguatan sektor pertanian, khususnya pada komoditas yang mengalami fluktuasi tajam (seperti Durian dan Cabai), serta peningkatan kualitas wiraswasta, akan menjadi kunci untuk pembangunan ekonomi Desa Senduro ke depan.
