BLANTERTOKOSIDEv102

Ranu Pani: Desa Kantung TNBTS di Kaki Semeru, Aksesibilitas, dan Kehidupan Suku Tengger Lumajang

Ranu Pani: Desa Kantung TNBTS di Kaki Semeru, Aksesibilitas, dan Kehidupan Suku Tengger Lumajang | Koran Senduro Online

Koran Senduro Online

RABU, 10 DESEMBER 2025 | GEOGRAFI, PARIWISATA, DAN BUDAYA

Ranu Pani: Desa Kantung TNBTS di Kaki Semeru, Aksesibilitas, dan Kehidupan Suku Tengger Lumajang

Desa Ranu Pani di Kecamatan Senduro, Lumajang, adalah sebuah permata geografis. Dikenal sebagai desa paling tinggi di Jawa Timur dengan ketinggian mencapai 2100 meter dari permukaan laut, desa ini bukan hanya Base Camp pendaki Gunung Semeru, tetapi juga contoh unik dari sebuah “desa kantung” (enclave) yang dikelilingi kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak pendeklarasiannya pada tahun 1982.

1. Geografis dan Keunikan Alam Ranu Pani

Ranu Pani terletak di lereng/lembah Gunung Semeru dan bersebelahan dengan Gunung Bromo. Secara geografis, lokasi desa ini terapit oleh beberapa gunung dan bukit kecil, yaitu Gunung Gending, Gunung Lanang, Gunung Ayek-Ayek, serta bukit Curah Potong.

Keindahan alam Ranu Pani didukung oleh tiga danau (Ranu/Telaga) yang menjadi primadona pariwisata: Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Gumbolo. Secara administratif, desa ini berada di wilayah kerja Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Ranu Pani, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 3, Balai Besar TNBTS.

Kondisi Suhu Rata-Rata:

  • Musim Hujan (Malam): 10 - 18 Derajat Celcius
  • Musim Hujan (Siang): 15 - 23 Derajat Celcius
  • Musim Kemarau (Malam): 0 - 15 Derajat Celcius (sangat dingin)
  • Musim Kemarau (Siang): 15 - 25 Derajat Celcius

2. Aksesibilitas: Tiga Jalur Menuju Desa Tertinggi

Sebagai kawasan wisata primadona Jawa Timur, akses menuju Ranu Pani dapat ditempuh melalui perjalanan darat dari tiga kabupaten berbeda. Perlu diketahui, jarak dari kota Kecamatan Senduro adalah ± 29 km, dan desa ini terpisah oleh hutan sejauh ± 25 km dari ibukota Kecamatan, menjadikannya desa terpencil di Lumajang.

No Jalur Jarak (km) Keterangan Rute
1Lumajang (Tenggara)46Rute Lumajang-Senduro-Ranu Pani. Medan sangat sulit, curam, dan menanjak, sebagian belum teraspal. Waktu tempuh 1 jam dari Senduro menggunakan ojek.
2Malang (Barat Daya)47Rute Malang-Tumpang-Desa Ngadas-Ranu Pani. Jarak 33 km dari Tumpang. Ada angkutan umum (jeep) dari penduduk Ranupani.
3Probolinggo (Utara)57Rute Probolinggo-Sukapura-Cemorolawang (Ngadisari)-Ranu Pani. Jarak 17 km dari Ngadisari. Melewati kawah Bromo dan pasir laut Tengger.

Jalur Lumajang dari Senduro sejauh 28 kilometer masih mengandalkan ojek dengan ongkos yang disesuaikan karena harus melalui hutan heterogen dan medan terjal. Jarak Desa Ranu Pani ke ibukota Kabupaten Lumajang adalah ± 46 km, sedangkan ke ibukota Provinsi Surabaya ± 191 km.

3. Kehidupan Suku Tengger dan Budaya Gotong-Royong

Desa Ranu Pani adalah salah satu dari dua desa Suku Tengger di Kecamatan Senduro, Lumajang, bersama Desa Argosari. Dusun ini memiliki wilayah teritorial seluas 464 Hektare dengan jumlah penduduk 1012 jiwa (247 Kepala Keluarga).

Kesuburan tanah membuat mayoritas masyarakat memilih pekerjaan sebagai petani. Hasil pertanian utama meliputi Kentang, Kobis (kol), Bawang Putih, dan Bawang Prey. Dalam menggarap lahan, masyarakat Tengger menerapkan gotong-royong bersama keluarga atau orang lain, dan imbalan diberikan setelah panen.

Aspek unik dari masyarakat Tengger, khususnya di Ranu Pani, adalah partisipasi aktif wanita dalam pekerjaan fisik yang biasa dilakukan laki-laki, seperti mencangkul di ladang, mencari rumput, dan mencari kayu bakar. Selain itu, kebiasaan wanita yang menyukai rokok juga menjadi salah satu pembeda budaya.

4. Sabda Pandita Ratu: Kekuatan Adat di Ranu Pani

Hal menarik yang membedakan masyarakat Tengger adalah kebiasaan mereka yang sangat mempercayakan segala persoalan kepada ketua adat, kepala desa, atau aparat desa (Kampung/Kamitua). Prinsip "sabda pandita ratu" (apa yang dikatakan pemimpin harus dilakukan) masih dipegang teguh. Kepercayaan ini mencakup tidak hanya masalah desa umum, tetapi juga masalah pribadi (pertikaian keluarga).

Ketika Kampung (Kepala Desa) sudah memberikan petuah, maka segalanya akan beres. Akibatnya, jarang sekali terjadi perselisihan antar keluarga dan tetangga yang sampai dibawa ke Pengadilan Agama atau ditangani pihak berwajib.

Penutup Redaksi

Ranu Pani adalah perpaduan menawan antara keindahan alam yang disokong oleh tiga Ranu, tantangan akses yang menguji adrenalin, dan kekayaan budaya Suku Tengger yang masih memegang teguh nilai kepemimpinan adat dan gotong-royong. Desa ini adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi pecandu keajaiban dunia.