BLANTERTOKOSIDEv102

Ranupani Tingginya Toleransi di Tengah Arus Globalisasi Pariwisata

Potret Pendidikan dan Kerukunan Beragama Ranu Pani 2023: Tingginya Toleransi di Tengah Arus Globalisasi Pariwisata | Koran Senduro Online

Koran Senduro Online

SABTU, 13 DESEMBER 2025 | PENDIDIKAN DAN RELIGI SOSIAL

Harmoni Toleransi di Ranu Pani: Menelaah Data Pendidikan dan Kerukunan Umat Beragama di Kaki Semeru

Desa Ranu Pani di Kecamatan Senduro, dengan segala keunikan budayanya sebagai masyarakat Tengger, menunjukkan potret sosial yang menarik dalam hal pendidikan formal dan kerukunan umat beragama. Meskipun berada di daerah terpencil dan menghadapi dampak globalisasi, masyarakat setempat mampu mempertahankan toleransi tinggi di tengah perkembangan zaman.

1. Profil Pendidikan Desa Ranu Pani (2023)

Data kependudukan 2023 menunjukkan bahwa tantangan pendidikan di Ranu Pani masih cukup besar, dengan mayoritas penduduk memiliki tingkat pendidikan formal yang relatif rendah. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh aksesibilitas dan fokus utama masyarakat pada sektor pertanian.

Tingkat Pendidikan Laki-laki Perempuan Total
Tidak/Belum Sekolah172181353
Belum Tamat SD/Sederajat270258528
Tamat SD/Sederajat236222458
SLTP/Sederajat5060110
SLTA/Sederajat201333
Diploma I/II112
Akademi/Diploma III/S.Muda112
Diploma IV/Strata I437
S3011

Secara kumulatif, jumlah penduduk yang Tamat SD/Sederajat (458 jiwa) dan Belum Tamat SD/Sederajat (528 jiwa) sangat dominan. Meskipun demikian, keberadaan 10 orang penduduk dengan pendidikan Diploma hingga Strata I/S3 menunjukkan adanya perkembangan positif dan akses terhadap pendidikan tinggi, didorong oleh pesatnya perkembangan pendidikan dan kemudahan informasi.

2. Kerukunan Umat Beragama dan Tempat Ibadah

Desa Ranu Pani dikenal memiliki tingkat toleransi agama yang cukup tinggi. Masyarakat dapat menerima kehadiran agama apa saja, asalkan tidak meninggalkan tradisi nenek moyang yang telah dianut sejak kecil. Data kependudukan 2023 memperlihatkan pluralitas keyakinan yang dianut masyarakat Tengger:

Populasi Berdasarkan Agama dan Sarana Ibadah (2023)
  • Islam: 1.356 jiwa
  • Kristen: 25 jiwa
  • Hindu: 109 jiwa
  • Buddha: 4 jiwa

Fasilitas Ibadah:

Masjid: 2, Mushola: 3, Gereja: 1, Pura: 1, Sanggar: 1

Meskipun secara data populasi mayoritas condong pada Islam, keberadaan tempat ibadah yang beragam (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, dan Sanggar) menunjukkan adanya dukungan fasilitas bagi penganut berbagai agama. Kehadiran agama di tengah masyarakat Tengger ini banyak dipengaruhi oleh globalisasi dan pariwisata yang membawa corak, tradisi, serta perilaku baru, termasuk dalam hal keagamaan.

3. Status Perkawinan dan Informasi Kesehatan

Data status perkawinan penduduk Ranu Pani menunjukkan struktur keluarga yang stabil, dengan mayoritas penduduk berada dalam status perkawinan. Angka perceraian relatif kecil:

  • Belum Kawin: 497 jiwa
  • Kawin: 924 jiwa
  • Cerai Hidup: 23 jiwa
  • Cerai Mati: 50 jiwa

Sementara itu, data Golongan Darah mencerminkan tantangan pendataan kesehatan yang unik. Dari total 1.494 penduduk, hanya 5 orang yang tercatat memiliki golongan darah A, B, dan O, sedangkan 1.489 penduduk tercatat 'Tidak Tahu' golongan darahnya. Hal ini menjadi catatan penting bagi upaya peningkatan kesadaran dan fasilitas kesehatan di kawasan desa terpencil.

4. Dampak Globalisasi dan Globalisasi Pariwisata

Arus globalisasi, informasi, kemudahan transportasi, dan meningkatnya tenaga pengajar telah mengubah pola pikir masyarakat Ranu Pani. Pengaruh paling signifikan datang dari sektor pariwisata Gunung Bromo dan Semeru, yang merupakan primadona wisata Jawa Timur.

Interaksi dengan wisatawan domestik maupun mancanegara membawa corak, tradisi, dan perilaku yang sebelumnya tidak dikenal, secara perlahan membawa dampak pada pola pikir dan perilaku masyarakat, terutama dalam hal keagamaan dan interaksi sosial. Namun, yang paling menonjol adalah kemampuan masyarakat Tengger untuk menyaring perubahan, dengan tetap memegang teguh tradisi sambil menunjukkan toleransi yang tinggi terhadap berbagai keyakinan baru.

Penutup Redaksi

Ranu Pani adalah model desa yang menghadapi modernitas tanpa kehilangan identitas. Tingkat toleransi yang tinggi dan stabilitas sosialnya menjadi aset berharga di tengah pesatnya perkembangan kawasan wisata Bromo-Semeru.